Arus kas 3 menit baca
Tanda-tanda Awal Usaha Anda Akan Kehabisan Uang
Gejala kecil yang biasanya muncul berbulan-bulan sebelum kas usaha benar-benar habis, dan apa yang bisa Anda lakukan saat melihatnya.
Usaha jarang kehabisan uang secara tiba-tiba. Tandanya biasanya sudah ada beberapa bulan sebelumnya, hanya saja kelihatan kecil, dan pemilik yang sibuk melayani pelanggan sering baru sadar saat gaji karyawan tidak bisa dibayar tepat waktu.
Untuk mengenali tanda-tanda ini Anda tidak butuh laporan keuangan lengkap. Sebagian besar kelihatan dari rekening bank dan dari kebiasaan Anda sendiri.
Saldo terendah tiap bulan makin turun
Jangan hanya lihat saldo di akhir bulan. Lihat titik terendahnya, biasanya sehari sebelum pelanggan besar bayar atau tepat setelah gaji keluar.
Contohnya kedai kopi dengan dua karyawan. Tiga bulan lalu saldo terendahnya Rp 18.000.000. Dua bulan lalu Rp 12.000.000. Bulan lalu Rp 7.000.000. Saldo akhir bulannya mungkin masih terlihat wajar, karena penjualan akhir pekan menutupinya. Tapi titik terendah yang turun Rp 5.000.000 sampai Rp 6.000.000 setiap bulan berarti dalam satu atau dua bulan lagi kedai itu akan menyentuh nol di tengah bulan.
Catat saldo terendah ini sekali sebulan. Satu angka saja sudah cukup untuk melihat arahnya.
Anda mulai menunda pembayaran ke pemasok
Sekali-dua kali minta mundur pembayaran itu biasa. Yang perlu diwaspadai adalah saat menunda jadi kebiasaan, atau saat Anda mulai memilih pemasok mana yang dibayar duluan berdasarkan siapa yang paling sering menagih.
Pemasok akan memperhatikan. Lama-lama mereka minta bayar di muka, menaikkan harga, atau mendahulukan pelanggan lain saat stok terbatas, sehingga tagihan yang Anda tunda bulan ini sering jadi lebih mahal bulan depan.
Piutang menumpuk dan makin lama tertagih
Penjualan bisa naik sementara kas turun. Ini sering terjadi pada usaha yang menjual ke toko lain atau ke perusahaan dengan tempo 30 atau 60 hari.
Misalnya distributor bahan kue yang omzetnya naik dari Rp 80.000.000 ke Rp 120.000.000 per bulan. Kedengarannya bagus, tapi kalau separuh penjualan baru itu ke pelanggan yang bayarnya 60 hari, uangnya baru masuk dua bulan kemudian. Sementara itu, bahan baku untuk penjualan tersebut sudah dibayar tunai di depan.
Coba tanya diri sendiri setiap bulan: berapa total uang yang masih di tangan pelanggan, dan berapa yang sudah lewat jatuh tempo? Kalau angka yang lewat jatuh tempo terus naik, kas Anda sedang dipinjam pelanggan tanpa bunga.
Uang pribadi mulai masuk untuk menambal
Saat rekening usaha kurang, banyak pemilik menutupnya dengan tabungan pribadi, kartu kredit, atau pinjaman keluarga. Sekali-sekali untuk kebutuhan mendadak, itu masuk akal. Kalau terjadi dua atau tiga bulan berturut-turut, itu tanda usaha belum bisa membiayai dirinya sendiri.
Uang tambalan ini menyamarkan masalahnya. Rekening usaha terlihat cukup, padahal isinya sebagian uang pribadi. Kalau setoran pribadi ini tidak dicatat, Anda juga akan kesulitan menghitung berapa sebenarnya yang sudah Anda tanam di usaha.
Kebiasaan sederhana yang membantu
Untuk menangkap tanda-tanda ini lebih awal, cukup jalankan ini setiap bulan:
- Catat saldo terendah rekening usaha setiap bulan, di satu tempat yang sama.
- Buat daftar tagihan yang akan jatuh tempo dalam 30 hari ke depan, lalu bandingkan dengan uang yang diperkirakan masuk.
- Tagih piutang yang lewat jatuh tempo dalam minggu yang sama saat lewat, jangan menunggu menumpuk.
- Setiap kali uang pribadi masuk ke rekening usaha, tulis tanggal, jumlah, dan alasannya.
Kalau dua tanda atau lebih muncul bersamaan, jangan menunggu bulan depan. Duduklah dengan angka-angkanya, pangkas pengeluaran yang bisa ditunda, dan bicarakan dengan pemasok atau bank sekarang. Mereka lebih mudah diajak berunding selagi saldo Anda masih ada.