Arus kas 3 menit baca
Berapa Bulan Dana Darurat yang Ideal untuk Usaha
Cara menghitung dana darurat usaha dari biaya tetap bulanan, dan kenapa tiga sampai enam bulan bukan angka yang sama untuk semua usaha.
Patokan yang sering terdengar adalah tiga sampai enam bulan biaya operasional. Sebagai titik awal, patokan itu boleh dipakai. Tapi angka yang pas untuk usaha Anda tergantung seberapa naik turun pemasukan Anda dan seberapa cepat Anda bisa memangkas biaya kalau penjualan anjlok.
Hitung dari biaya tetap, bukan dari omzet
Dana darurat dipakai untuk bertahan saat pemasukan berhenti atau turun tajam. Jadi yang dihitung adalah biaya yang tetap harus dibayar walaupun tidak ada penjualan sama sekali.
Biaya seperti ini biasanya meliputi sewa tempat, gaji karyawan tetap, cicilan pinjaman, listrik dan internet, serta langganan software. Belanja bahan baku atau barang dagangan tidak ikut dihitung, karena kalau tidak ada penjualan, Anda juga tidak akan belanja stok.
Contohnya toko bahan kue dengan tiga karyawan:
| Biaya tetap per bulan | Jumlah |
|---|---|
| Sewa ruko | Rp 6.000.000 |
| Gaji tiga karyawan | Rp 13.500.000 |
| Cicilan pinjaman | Rp 4.000.000 |
| Listrik, air, internet | Rp 1.500.000 |
| Total | Rp 25.000.000 |
Dengan biaya tetap Rp 25.000.000 per bulan, dana darurat tiga bulan adalah Rp 75.000.000 dan enam bulan adalah Rp 150.000.000.
Jangan lupa memasukkan biaya yang datang setahun sekali, seperti THR karyawan atau perpanjangan izin. Bagi totalnya dengan dua belas, lalu tambahkan ke biaya tetap bulanan.
Kapan cukup tiga bulan, kapan perlu lebih
Tiga bulan biasanya cukup kalau pemasukan Anda stabil dan datang dari banyak pelanggan kecil. Warung makan atau toko kelontong di lingkungan yang ramai termasuk di sini. Kalau satu pelanggan pergi, dampaknya kecil.
Anda perlu lebih dari tiga bulan kalau salah satu kondisi ini berlaku:
- Sebagian besar omzet datang dari dua atau tiga pelanggan besar.
- Penjualan sangat musiman, misalnya ramai menjelang Lebaran lalu sepi beberapa bulan.
- Pelanggan membayar dengan tempo panjang, sehingga uang baru masuk 30 sampai 90 hari setelah barang dikirim.
- Biaya tetap Anda sulit dipangkas cepat, misalnya kontrak sewa tahunan atau karyawan yang sudah lama bekerja.
Usaha jasa yang bergantung pada beberapa klien korporat sering butuh enam bulan atau lebih. Kehilangan satu klien bisa memotong pemasukan sepertiga dalam semalam, dan mencari klien pengganti bisa makan waktu berbulan-bulan.
Kumpulkan sedikit demi sedikit
Hampir tidak ada usaha kecil yang bisa langsung menyisihkan Rp 75.000.000. Yang lebih mungkin adalah menyisihkan persentase tetap dari setiap uang masuk.
Misalnya penjual baju di marketplace dengan dana cair rata-rata Rp 60.000.000 per bulan menyisihkan 5% setiap kali dana cair. Itu Rp 3.000.000 per bulan, atau Rp 36.000.000 dalam setahun. Belum enam bulan biaya tetap, tapi sudah jauh lebih aman daripada nol.
Simpan dana darurat di rekening terpisah dari rekening operasional. Kalau tercampur, uang itu akan terpakai untuk belanja stok atau promo tanpa Anda sadari. Pilih tempat yang bisa dicairkan dalam satu atau dua hari kerja, seperti tabungan biasa atau deposito jangka pendek, bukan aset yang nilainya bisa turun saat Anda butuh menjualnya.
Aturan memakai dana darurat
Tentukan dari awal kapan dana ini boleh dipakai. Contohnya hanya untuk membayar biaya tetap saat pemasukan turun di bawah batas tertentu, atau untuk pengeluaran mendadak yang tidak bisa ditunda, seperti mesin utama rusak.
Membeli stok karena sedang ada diskon besar tidak termasuk. Begitu juga membuka cabang, atau menambal kerugian yang sudah berjalan berbulan-bulan tanpa rencana perbaikan. Kebutuhan seperti itu harus dibiayai dari sumber lain.
Setelah dipakai, isi kembali dengan cara yang sama: persentase tetap dari setiap uang masuk, sampai jumlahnya kembali ke target.