Lompat ke konten utama
Kanafin Chat via WhatsApp
Semua artikel

Operasional 3 menit baca

Tanda-tanda Kebocoran Uang di Usaha Kecil

Gejala yang biasanya muncul saat uang usaha bocor, dari stok yang tidak cocok sampai langganan yang terlupa.

Uang usaha kecil biasanya bocor sedikit demi sedikit, dalam jumlah kecil yang berulang, dan tidak ada yang sadar sampai berbulan-bulan. Kadang penyebabnya kecurangan, tapi lebih sering kelalaian atau kebiasaan lama yang tidak pernah diperiksa ulang.

Penjualan naik, uang di rekening tidak ikut naik

Keluhan ini yang paling sering kami dengar. Toko terlihat ramai dan pesanan banyak, tapi saldo rekening tidak bertambah sebanding.

Belum tentu bocor. Uang bisa tertahan di stok, di piutang pelanggan, atau di saldo marketplace yang belum ditarik. Kalau ketiganya sudah diperiksa dan selisihnya masih besar, baru lihat lebih dalam: apakah semua penjualan tunai benar-benar disetor, dan apakah ada pembayaran pelanggan yang masuk ke rekening pribadi karyawan.

Stok tidak cocok dengan catatan

Sebuah toko bahan kue mencatat ada 40 karung tepung di gudang. Saat dihitung fisik, hanya ada 34. Enam karung itu bisa berarti banyak hal: barang rusak yang tidak dicatat, salah input saat penerimaan barang, penjualan yang tidak tercatat, atau memang ada yang mengambil.

Satu kali selisih belum tentu masalah. Yang perlu diwaspadai adalah selisih yang berulang di produk yang sama, atau selisih yang selalu ke arah kurang. Kesalahan input biasanya acak arahnya. Kebocoran biasanya satu arah.

Biasakan hitung fisik rutin untuk produk yang paling laku atau paling mahal, setidaknya sebulan sekali, dan dilakukan oleh orang yang berbeda dari yang biasa mengelola gudang.

Diskon, retur, dan pembatalan yang terlalu banyak

Diskon dan retur adalah celah yang sering dipakai karena terlihat wajar. Kasir memberi diskon ke kenalan. Transaksi dibatalkan setelah pembeli membayar tunai, lalu uangnya tidak masuk laci. Retur dicatat untuk barang yang sebenarnya tidak pernah kembali.

Periksa laporan diskon, retur, dan pembatalan dari mesin kasir atau aplikasi penjualan Anda. Bandingkan antarkaryawan dan antarshift. Kalau satu shift punya angka pembatalan jauh lebih tinggi dari yang lain, itu tidak otomatis kecurangan, tapi layak ditanyakan.

Pembayaran ke supplier yang aneh

Beberapa pola yang perlu diperhatikan di sisi pengeluaran:

  • Tagihan yang sama dibayar dua kali, misalnya sekali lewat transfer dan sekali tunai.
  • Supplier baru yang tidak Anda kenal, dengan nomor rekening atas nama perorangan.
  • Harga beli yang naik terus padahal harga pasar tidak berubah.
  • Pembelian dalam jumlah tanggung yang selalu tepat di bawah batas persetujuan Anda.

Pembayaran ganda paling sering terjadi karena kelalaian, terutama kalau tagihan datang lewat beberapa jalur, misalnya email dan WhatsApp. Biasakan menandai setiap tagihan yang sudah dibayar, dan minta nomor faktur dicantumkan di keterangan transfer.

Biaya kecil yang terus berjalan

Kebocoran tidak selalu soal orang. Banyak usaha membayar langganan aplikasi yang sudah tidak dipakai, biaya administrasi rekening tidur, atau program marketplace yang dulu diikuti lalu dilupakan. Masing-masing kecil, misalnya Rp 150.000 per bulan. Tiga langganan seperti itu sudah Rp 450.000 sebulan, atau Rp 5.400.000 setahun.

Sekali setahun, buka mutasi rekening dan kartu kredit usaha, lalu daftar semua potongan rutin. Untuk setiap potongan, tanyakan apakah masih dipakai dan apakah masih sebanding dengan manfaatnya.

Dari saldo saja, gejala-gejala ini jarang kelihatan. Anda butuh dua catatan yang bisa dibandingkan: stok di catatan dengan stok di gudang, penjualan di kasir dengan setoran ke bank, tagihan supplier dengan transfer yang keluar. Selisih seperti ini biasanya pertama kali muncul saat pembukuan bulanan dicocokkan dengan rekening koran. Kalau catatan pembandingnya belum ada, buat itu dulu sebelum mencurigai siapa pun.

Anda urus usahanya, kami urus pembukuannya

Mulai dari Rp 2 juta per bulan, kontrak bulanan.

Chat via WhatsApp