Dasar pembukuan 4 menit baca
Memisahkan Rekening Pribadi dan Usaha: Kenapa Ini Langkah Pertama
Alasan kenapa satu rekening untuk dua keperluan bikin laba Anda tidak pernah benar.
Kalau uang usaha dan uang pribadi lewat rekening yang sama, Anda tidak akan tahu berapa laba usaha Anda. Datanya sudah tercampur sejak transaksi pertama, jadi secermat apa pun cara menghitungnya, hasilnya tetap meleset. Rekening harus dipisah dulu sebelum pembukuan bisa dipercaya.
Satu rekening membuat angka laba selalu meleset
Ambil contoh toko bahan kue yang semua transaksinya lewat satu rekening atas nama pemilik. Dalam sebulan ada uang masuk Rp 85.000.000. Sebagian besar dari penjualan, tapi Rp 5.000.000 di antaranya kiriman saudara untuk patungan acara keluarga. Uang keluar Rp 72.000.000. Isinya belanja tepung dan mentega, gaji dua karyawan, listrik toko, tapi juga cicilan motor pribadi, uang sekolah anak, dan belanja dapur rumah sebesar Rp 14.000.000.
Kalau semua uang masuk dianggap penjualan dan semua uang keluar dianggap biaya, labanya Rp 13.000.000. Padahal penjualan yang sebenarnya Rp 80.000.000 dan biaya usaha yang sebenarnya Rp 58.000.000. Laba usahanya Rp 22.000.000. Selisih Rp 9.000.000 itu muncul hanya karena uang rumah tangga ikut terhitung.
Di bulan lain arahnya bisa terbalik. Misalnya Anda menyetor uang pribadi untuk menutup tagihan supplier, lalu setoran itu terbaca sebagai penjualan. Usahanya terlihat lebih untung dari kenyataannya. Dari satu rekening campuran, Anda tidak bisa tahu kesalahannya ke arah mana.
Akibatnya terasa di banyak keputusan
Harga jual biasanya dihitung dari biaya. Kalau biaya tercampur belanja rumah, Anda bisa menaikkan harga padahal tidak perlu. Bisa juga Anda merasa usaha sedang lesu lalu mengurangi stok, padahal usahanya sehat dan yang bocor adalah pengeluaran pribadi.
Di sisi pajak, pengeluaran pribadi bukan biaya usaha. Kalau tercatat sebagai biaya, laba terlihat lebih kecil, dan ini bisa dipersoalkan saat pemeriksaan pajak. Sebaliknya, kalau uang pribadi yang masuk tercatat sebagai penjualan, Anda membayar pajak atas uang yang bukan penghasilan usaha.
Bank yang menilai pengajuan pinjaman akan membaca mutasi rekening Anda. Kalau isinya campur, arus uang usaha sulit dinilai, dan bank biasanya mengambil sikap hati-hati.
Cara memisahkan yang paling sederhana
Buka satu rekening yang hanya dipakai untuk usaha. Kalau usaha Anda berbentuk PT atau CV, rekening itu sebaiknya atas nama badan usahanya. Kalau masih usaha perorangan, rekening atas nama Anda sendiri tidak masalah, asal tidak dipakai untuk keperluan lain.
Setelah rekeningnya ada, jalankan beberapa kebiasaan ini:
- Semua penjualan masuk ke rekening usaha. Arahkan pencairan marketplace, QRIS, dan transfer pelanggan ke sana.
- Semua biaya usaha dibayar dari rekening usaha, termasuk yang kecil seperti pulsa toko atau ongkos kurir.
- Uang untuk keperluan pribadi diambil dengan transfer dari rekening usaha ke rekening pribadi. Belanja rumah tidak dibayar langsung dari rekening usaha.
- Kalau terpaksa membayar biaya usaha dengan uang pribadi, simpan notanya dan catat bahwa usaha berutang kepada Anda.
Yang ketiga paling sering dilanggar, dan justru itu yang paling membantu. Kalau pengambilan pribadi selalu berbentuk transfer ke rekening Anda sendiri, transaksinya gampang dikenali. Pembukuan bisa mencatatnya sebagai pengambilan pemilik, dan biaya usaha tetap bersih.
Ambil jumlah tetap untuk diri sendiri
Banyak pemilik mengambil uang dari usaha setiap kali butuh. Akibatnya saldo usaha naik turun tanpa pola dan sulit direncanakan. Lebih rapi kalau Anda menentukan jumlah tetap yang Anda tarik setiap bulan, misalnya setiap tanggal 25, lalu memakai jumlah itu untuk kebutuhan rumah. Kalau di akhir tahun usahanya ternyata untung lebih banyak, Anda bisa mengambil tambahan setelah angkanya jelas.
Untuk PT, aturannya lebih ketat. Uang PT bukan uang pemilik. Uang yang Anda ambil di luar gaji harus dicatat dengan benar, misalnya sebagai pinjaman kepada pemilik. Bagian laba untuk pemilik dibagikan lewat dividen.
Riwayat yang sudah tercampur tetap perlu dipilah
Memisahkan rekening mulai hari ini tidak membereskan transaksi bulan-bulan sebelumnya. Mutasi lama harus dibaca satu per satu lalu dipilah, mana yang usaha dan mana yang pribadi. Pekerjaan ini detail dan makan waktu, apalagi kalau transaksinya ratusan per bulan. Selama rekening masih tercampur, daftar yang harus dipilah bertambah panjang tiap bulan, jadi menunggu awal tahun untuk membuka rekening usaha hanya menambah tumpukan.