Lompat ke konten utama
Kanafin Chat via WhatsApp
Semua artikel

Dasar pembukuan 3 menit baca

Debit dan Kredit Dijelaskan Tanpa Istilah Akuntansi

Arti debit dan kredit dalam pembukuan, kenapa artinya terbalik di rekening koran, dan seberapa jauh pemilik usaha perlu memahaminya.

Debit dan kredit hanyalah nama untuk dua kolom. Debit kolom kiri, kredit kolom kanan. Keduanya tidak berarti tambah atau kurang, dan tidak berarti baik atau buruk. Kebingungan biasanya muncul karena orang mengira debit selalu berarti uang keluar dan kredit selalu berarti uang masuk. Kadang benar, sering juga terbalik.

Setiap transaksi punya dua sisi

Pembukuan mencatat setiap transaksi dari dua arah, yaitu nilai itu pindah ke mana dan berasal dari mana. Kalau toko bahan kue membeli tepung Rp 2.000.000 secara tunai, ada dua hal yang terjadi sekaligus. Stok tepung bertambah Rp 2.000.000, dan uang di laci berkurang Rp 2.000.000. Keduanya dicatat. Satu di kolom kiri, satu di kolom kanan, dengan jumlah yang sama.

Kalau tepung yang sama dibeli dengan tempo, uangnya belum berkurang. Yang terjadi adalah stok bertambah dan utang ke supplier bertambah. Tetap dua sisi, tetap sama besar.

Karena itu sistem ini disebut pembukuan berpasangan. Setiap transaksi dicatat dengan jumlah yang sama di kiri dan kanan, jadi total seluruh kolom kiri selalu sama dengan total seluruh kolom kanan. Kalau tidak sama, pasti ada yang salah catat.

Kolom mana untuk apa

Aturannya bergantung pada jenis akunnya. Secara garis besar:

  • Harta usaha dan biaya bertambah di kolom kiri (debit), dan berkurang di kolom kanan (kredit).
  • Utang, modal pemilik, dan pendapatan bertambah di kolom kanan (kredit), dan berkurang di kolom kiri (debit).

Jadi saat kedai kopi menerima pembayaran Rp 50.000 dari pelanggan, uang di bank bertambah di kolom kiri dan pendapatan bertambah di kolom kanan. Saat kedai membayar listrik Rp 1.500.000, biaya listrik bertambah di kolom kiri dan uang di bank berkurang di kolom kanan.

Polanya terlihat aneh di awal, tapi konsisten. Software akuntansi menangani semua ini di belakang layar. Saat Anda mencatat penjualan, software yang menentukan kolomnya.

Kenapa di rekening koran artinya terbalik

Di rekening koran bank Anda, kredit berarti uang masuk dan debit berarti uang keluar. Ini sering membuat pemilik usaha bingung saat membaca laporan dari akuntannya, karena di pembukuan Anda, uang masuk ke bank justru dicatat di kolom debit.

Penyebabnya sederhana. Rekening koran disusun dari pembukuan bank, bukan pembukuan Anda. Bagi bank, uang yang Anda simpan adalah utang bank kepada Anda. Saat Anda menyetor Rp 10.000.000, utang bank kepada Anda bertambah, dan utang bertambah di kolom kanan. Karena itu bank menulisnya sebagai kredit.

Di pembukuan Anda, setoran yang sama adalah harta yang bertambah, jadi dicatat di kolom kiri. Bank dan Anda melihat transaksi yang sama dari sisi masing-masing, dan dua-duanya benar.

Hal yang sama berlaku untuk kartu debit dan kartu kredit. Nama itu dipilih dari sudut pandang bank, dan tidak ada hubungannya dengan kolom di pembukuan Anda.

Seberapa jauh pemilik usaha perlu paham

Anda tidak perlu bisa mencatat transaksi dengan debit dan kredit. Itu pekerjaan rutin yang detail, dan kesalahan kecil di sini bisa membuat laporan bergeser tanpa terlihat. Yang lebih berguna adalah bisa membaca hasilnya tanpa salah paham.

Di laporan pembukuan Anda sendiri, jangan langsung membaca debit sebagai uang keluar. Lihat dulu akunnya. Debit di akun bank berarti uang bertambah, debit di akun biaya berarti biaya bertambah.

Ingat juga bahwa setiap angka di laporan punya pasangan. Kalau ada biaya yang tiba-tiba besar, pasangannya bisa uang yang keluar, utang yang muncul, atau stok yang berkurang. Bertanya “pasangannya apa?” biasanya lebih cepat menemukan masalah daripada menebak-nebak.

Soal neraca, kalau neraca Anda tidak seimbang, ada pencatatan yang rusak dan perlu dicari. Tapi neraca yang seimbang belum tentu benar. Belanja rumah yang tercatat sebagai biaya usaha, misalnya, tetap membuat kiri dan kanan sama besar, padahal isinya keliru.

Anda urus usahanya, kami urus pembukuannya

Mulai dari Rp 2 juta per bulan, kontrak bulanan.

Chat via WhatsApp