Pajak & legalitas 3 menit baca
Prive dan Setoran Modal: Dua Hal yang Sering Tertukar
Apa itu prive dan setoran modal, kenapa keduanya bukan biaya atau penjualan, dan bagaimana salah catat bisa mengubah pajak Anda.
Prive adalah uang usaha yang Anda ambil untuk keperluan pribadi. Setoran modal adalah uang pribadi yang Anda masukkan ke usaha. Arahnya berlawanan, tapi keduanya punya satu kesamaan: tidak ada yang termasuk penjualan atau biaya usaha. Banyak pemilik usaha salah di sini, dan akibatnya laba serta pajaknya ikut salah.
Prive: uang usaha yang dipakai pribadi
Ambil contoh pemilik kedai kopi yang mengambil Rp 8.000.000 dari rekening usaha untuk biaya sekolah anak. Uang itu keluar dari usaha, tapi tidak dipakai untuk menjalankan usaha. Itu prive.
Prive tidak mengurangi laba. Yang berkurang adalah modal Anda di usaha. Kalau kedai itu untung Rp 15.000.000 bulan ini dan Anda mengambil Rp 8.000.000, labanya tetap Rp 15.000.000. Hanya bagian laba yang tertinggal di usaha yang menyusut.
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencatat prive sebagai biaya. Belanja dapur dicatat sebagai “bahan baku”, cicilan mobil keluarga dicatat sebagai “biaya kendaraan”. Laba terlihat lebih kecil, dan untuk usaha yang membayar pajak dari laba, pajaknya ikut turun. Ini bukan penghematan. Kalau diperiksa, biaya seperti ini dikoreksi, dan Anda membayar kekurangan pajaknya beserta sanksi.
Anda sendiri juga jadi tidak tahu laba kedai yang sebenarnya, padahal keputusan soal harga, gaji, atau buka cabang diambil dari angka itu.
Setoran modal: uang pribadi yang masuk ke usaha
Sekarang arah sebaliknya. Bulan ini penjualan sepi, dan Anda mentransfer Rp 20.000.000 dari tabungan pribadi ke rekening usaha untuk membayar pemasok. Itu setoran modal.
Setoran modal bukan penjualan. Uang itu tidak datang dari pelanggan, jadi tidak boleh dicatat sebagai omzet.
Kesalahan ini mudah terjadi, karena di mutasi rekening semua uang masuk terlihat sama. Kalau transfer Rp 20.000.000 tadi tercatat sebagai penjualan, dampaknya langsung terasa:
- Untuk usaha yang membayar PPh final 0,5%, pajaknya naik Rp 100.000 untuk uang Anda sendiri.
- Untuk usaha perorangan, batas omzet Rp 500 juta yang bebas pajak terlewati lebih cepat.
- Untuk usaha yang membayar pajak dari laba, laba terlihat lebih besar dari yang sebenarnya.
Pinjaman juga sering mengalami nasib yang sama. Uang pinjaman dari bank atau keluarga bukan omzet dan bukan modal. Itu utang yang harus dikembalikan.
Kalau usahanya berbentuk PT
Istilah prive biasanya dipakai untuk usaha perorangan. Di PT, aturannya lebih ketat karena harta PT terpisah dari harta pemegang saham.
Uang PT yang Anda ambil untuk keperluan pribadi tidak bisa begitu saja dicatat sebagai prive. Uang itu perlu dicatat sebagai salah satu dari beberapa hal: gaji kalau Anda bekerja di PT, pinjaman PT kepada Anda, atau pembagian laba yang diputuskan lewat RUPS. Masing-masing punya konsekuensi pajak yang berbeda.
Begitu juga sebaliknya. Uang pribadi yang Anda masukkan ke PT bisa dicatat sebagai tambahan modal atau sebagai pinjaman Anda kepada PT. Pilihan ini menentukan bagaimana uang itu bisa Anda tarik kembali nanti, jadi sebaiknya diputuskan dengan sadar, bukan ditebak saat menyusun laporan akhir tahun.
Kebiasaan yang mencegah keduanya tertukar
Pisahkan rekening pribadi dan rekening usaha. Setelah itu setiap perpindahan uang di antara keduanya kelihatan jelas di mutasi.
Setiap kali Anda memindahkan uang, tulis keterangannya di kolom berita transfer. “Ambil untuk pribadi” atau “Tambah modal dari tabungan” sudah cukup. Keterangan pendek ini membuat orang yang mencatat pembukuan Anda tidak perlu menebak.
Kalau satu rekening masih dipakai untuk semuanya, catat pengambilan pribadi dan uang pribadi yang masuk setiap minggu, selagi Anda masih ingat. Menunggu akhir bulan biasanya berarti banyak transaksi yang tidak bisa dijelaskan lagi.